ASUHAN AKUPUNKTUR UNTUK KASUS MORNING SICKNESS PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI KLINIK “MH” CIMAHI
Main Article Content
Abstract
Pendahuluan: Morning sickness menjadi keluhan yang banyak dialami ibu hamil di dunia maupun Indonesia, terutama pada trimester pertama, dan apabila tidak ditangani dapat berkembang menjadi hyperemesis gravidarum. Akupunktur, yang berlandaskan teori Traditional Chinese Medicine (TCM), menjadi alternatif nonfarmakologis bagi ibu hamil yang tidak dapat mengonsumsi obat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manfaat asuhan akupunktur untuk kasus morning sickness pada Ibu Hamil Trimester I di Klinik "MH" Cimahi. Metode Penelitian: Penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus dilakukan pada satu partisipan yang menjalani enam sesi akupunktur berturut-turut, dengan pengumpulan data melalui empat metode pemeriksaan yaitu pengamatan, pendengaran penciuman, wawancara, dan perabaan, kemudian dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan antarsesi. Hasil: Partisipan yang terdiagnosis sindrom defisiensi Qi Limpa dan Lambung menunjukkan perbaikan progresif, ditandai berkurangnya mual muntah, membaiknya kualitas tidur, dan penguatan kondisi nadi setelah terapi. Kesimpulan: Akupunktur yang menyasar defisiensi Qi Limpa dan Lambung efektif meredakan gejala morning sickness.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
Cheng, X. N. (2015). Chinese acupuncture and moxibustion. In Foreign Languages Press.
Ekawati, H., Martini, D. E., & Rohmawati, A. R. (2022). Hubungan Stress dengan Derajat Morning Sickness pada Ibu Hamil Trimester 1 dan 2 di Desa Sukobendu Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan. Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan, 14(03), 99–107.
Goodwin, T. M. (1998). Hyperemesis gravidarum. Clinical Obstetrics and Gynecology, 41(3), 597–605.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). (2015). Practice bulletin no. 153: nausea and vomiting of pregnancy. Obstet Gynecol, 126(3), 12–24.
Hafni, Y. (2023). Asuhan Kebidanan Kehamilan Dengan Morning Sickness Di Pmb Mona Kelurahan Kayu Ombun Kecamatan Padangsidempuan Utara Di Kota Padangsidempuan Tahun 2023.
Lestari, A. D., Sadila, A. S., Nara, A. D., Ayu, A., Putri, F., Febriani, A. N., & Barokah, A. F. (2022). Akupresur Mengurangi Mual Muntah Dalam Kehamilan: Literature Review. JMSWH Journal of Midwifery Science and Women”s Health, 3(95), 8–15. https://doi.org/10.36082/jmswh.v3i1.566
Maciocia, G. (2011). Obstetrics and gynecology in Chinese medicine. Elsevier Health Sciences.
Munjiah, I., Madjid, T. H., Herman, H., Husin, F., Akbar, I. B., & Rizal, A. (2015). Perbedaan Pengaruh Akupunktur dan Vitamin B6 terhadap Penurunan Intensitas Mual Muntah pada Emesis Gravidarum Berat. Jurnal Pendidikan Dan Pelayanan Kebidanan Indonesia, 2(2), 1–6.
Murdiana, H. E. (2016). Terapi mual muntah pada kehamilan di rawat jalan rumah sakit kelas D. Jurnal Ilmiah Farmasi.
Niebyl, J. R. (2010). Nausea and vomiting in pregnancy. The New England Journal of Medicine.
Retni, A., Handayani, F., & Mohamad, I. S. W. (2020). Literature Review: Pemberian Aromaterapi Essential Oil Lavender Terhadap Emesis Gravidarum Pada Kehamilan Trimester Pertama. Journal of Borneo Holistic Health, 3(2), 140–150.
Rofi’ah, S., & Esti Handayani. (2020). Efektivitas Konsumsi Jahe Dan Sereh Dalam Mengatasi Morning Sickness. 2.
Saryono. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. In Mitra Cendikia Press.
Tandean, D., Purnamasari, I., Wulandari, R., & Veftisia, V. (2023). Pendidikan Kesehatan Ibu Hamil tentang Mual Muntah dan Penanganan Mual Muntah dengan Akupresure. 2(1), 56–65.
Yin, Y., & Liu, Z. (2000). Advanced modern Chinese acupuncture therapy. New World Press.