KERANGKA KEBIJAKAN KESEHATAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN MENTAL MAHASISWA: ANALISIS KONTEKS, PROSES, DAN PELAKU KEBIJAKAN
Main Article Content
Abstract
Kesehatan mental mahasiswa menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian karena dipengaruhi oleh tekanan akademik, kondisi ekonomi, keluarga, hubungan sosial, organisasi, dan perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelayanan kesehatan mental mahasiswa di perguruan tinggi melalui kerangka Health Policy Triangle yang meliputi konteks, proses, dan pelaku kebijakan. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai penelitian terdahulu yang membahas kondisi kesehatan mental mahasiswa serta pelayanan kesehatan mental di perguruan tinggi, kemudian dianalisis berdasarkan kerangka Health Policy Triangle. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan mental muncul dari berbagai tekanan yang dialami mahasiswa, termasuk depresi dan kecemasan. Respons perguruan tinggi berkembang melalui layanan konseling, skrining, deteksi dini, monitoring, intervensi, tindak lanjut, serta pemanfaatan teknologi melalui sistem informasi dan aplikasi kesehatan mental. Pelaksanaannya melibatkan pimpinan perguruan tinggi, unit layanan kesehatan, psikolog, konselor, dosen, organisasi mahasiswa, dan mahasiswa. Kesimpulannya, pelayanan kesehatan mental mahasiswa membutuhkan keterkaitan yang kuat antara konteks, proses, dan pelaku, disertai dukungan kelembagaan, akses layanan, tenaga profesional, koordinasi antaraktor, dan keterlibatan mahasiswa.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
Aji, S. P., Suprapto, Ngambut, K., Ramli, Rosdiana, Azidin, Y., Bidullah, R., & Siburian, U. D. (2022). Kepemimpinan Dan Berfikir Sistem Dalam Kesehatan Masyarakat.
Andiani, S., Udijono, A., & Martini, M. (2024). Hubungan Stres, Kecemasan, dan Depresi dengan Gangguan Tidur pada Mahasiswa Universitas Diponegoro. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 23(2), 180–186. https://doi.org/10.14710/mkmi.23.2.180-186
Belangi, S. P. (2026). Hubungan Stres Akademik dengan Kesehatan Mental Remaja. Jurnal Abdi Kesehatan Dan Kedokteran, 20(1), 234–254. https://doi.org/10.55018/jakk.v5i1.152
Betan, A., Sanaky, M. J., Primadewi, K., Kamaruddin, M. I., & Muthiyah, A. (2023). Kebijakan Kesehatan Nasional.
Deviany, N. F., & Syakurah, R. A. (2025). ANALISIS PERSEPSI DAN KEBUTUHAN PELAYANAN KESEHATAN MENTAL PADA MAHASISWA DI LINGKUNGAN KAMPUS. Jurnal Nutrix, 9(1), 22–37.
Dewi, N. M. U. K., Januraga, P. P., & Anton, S. S. (2024). Analysis the Healthy School Campaign in Indonesia: A Health Policy Triangle Approach Ni. Alami Journal: Alauddin Islamic Medical Journal, 8(2), 85–97. https://doi.org/10.24252/alami.v8i2.48821
Dinah, & Kusumawati, W. (2025). ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN NASIONAL TERHADAP UPAYA PEMENUHAN KESEHATAN MENTAL MAHASISWA PADA TAHAP PENYUSUNAN TUGAS AKHIR : LITERATUR REVIEW. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(4), 17073–17081.
Effendi, Z., Indriasari, A., & Zikran. (2025). MODEL PENCEGAHAN MASALAH KESEHATAN MENTAL PADA MAHASISWA DALAM UPAYA MEWUJUDKAN KAMPUS SEHAT. Jurnal Ners, 9(2), 2142–2148.
Ekawati, F. M., Kusnanto, H., Lestari, P., Vidiawati, D., Novitasari, D. A., Widyahening, I. S., & Sanci, L. (2025). The health and wellbeing of undergraduate students in Indonesia: descriptive results of a survey in three public universities. Scientific Reports, 15(1), 1–21. https://doi.org/10.1038/s41598-025-90527-w
Fajlurrahman, I., & Wardaningsih, S. (2021). Kebijakan kampus terkait kesehatan jiwa pada mahasiswa: literature review. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ), 9(3), 603–612.
Galderisi, S. (2024). The need for a consensual definition of mental health. World Psychiatry, 23(1), 52–53. https://doi.org/10.1002/wps.21150
Irawan, M. F., Bella, S., & Nurhijatina, H. (2024). Menghadapi Tantangan Kesehatan Mental Di Kalangan Mahasiswa: Solusi Kolaboratif Antara Pendidikan Dan Layanan Kesehatan. Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 3(2), 106–117. https://doi.org/10.21776/ub.jcerdik.2024.003.02.01
Partadisastra, A. M., & Octaria, Y. C. (2023). Analisis Keselarasan Kebijakan Nasional dan Kebijakan Daerah Terkait Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Bulungan. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 12(04), 214–223.
Purnama, N. P., Manesanulu, R. S., & Sibarani, E. F. (2022). PROSES PERUMUSAN KEBIJAKAN KESEHATAN: PERUMUSAN MASALAH, FORMULASI, IMPLEMENTASI, MONITORING, DAN EVALUASI: LITERATURE REVIEW. Jurnal Administrasi RS Indonesia, 1(1), 43–50.
Sandelowski, M. (2000). Focus on research methods: Whatever happened to qualitative description? Research in Nursing and Health, 23(4), 334–340. https://doi.org/10.1002/1098-240x(200008)23:4<334::aid-nur9>3.0.co;2-g
Setyanto, A. T., Hakim, M. A., & Muzakki, P. (2023). Deteksi Dini Prevalensi Gangguan Kesehatan Mental Mahasiswa di Perguruan Tinggi. 15(1), 66–78.
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104(July), 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
Sukarman, & Aminullah. (2025). Problematika Bimbingan dan Konseling pada Perguruan Tinggi. JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora), 3(4), 671–680.
Walt, G., & Gilson, L. (1994). Reforming the health sector in developing countries: The central role of policy analysis. Health Policy and Planning, 9(4), 353–370. https://doi.org/10.1093/heapol/9.4.353
World Health Organization. (2025). World Mental Health Today. In World Mental Health Report: Transforming Mental Health For All. https://iris.who.int/