TEORI KEBENARAN ILMIAH: INTEGRASI TEORI KORESPONDENSI, KOHERENSI, PRAGMATIS, DAN PERFORMATIF DALAM PENENTUAN KEBENARAN RISET PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Main Article Content
Abstract
Penentuan kebenaran ilmiah dalam riset Pendidikan Agama Islam (PAI) sering kali menghadapi tantangan metodologis, berupa kecenderungan dikotomis antara positivisme-empiris dan dogmatisme-subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis empat teori kebenaran ilmiah utama—korespondensi, koherensi, pragmatis, dan performatif—serta mengintegrasikannya dengan teori kebenaran ilahiah (muthābaqah/wahyu) dalam kerangka metodologi riset PAI kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), penelitian ini membedah asumsi ontologis, epistemologis, dan aksiologis dari masing-masing teori melalui analisis isi (content analysis) dan sintesis tematik-komparatif yang diperkuat oleh petunjuk Al-Qur'an, Hadis Nabi Saw., serta pemikiran ulama salaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat teori kebenaran ilmiah tidak saling meniadakan, melainkan saling melengkapi di bawah naungan kebenaran ilahiah (Al-Haqq). Penelitian ini merumuskan Kerangka Verifikasi Kebenaran Empat Lapis (Four-Tier Truth Verification Framework) bagi riset PAI, yang mencakup: (1) validasi teologis (koherensi dengan Al-Qur'an dan Sunnah), (2) verifikasi faktual (korespondensi melalui uji empiris-lapangan dan tabayyun), (3) uji kemaslahatan (pragmatis bagi pengembangan karakter siswa), serta (4) legitimasi operasional (performatif melalui pengesahan kebijakan resmi ulil amri). Penelitian ini merekomendasikan penerapan kerangka integratif ini dalam merancang metodologi riset tesis dan disertasi PAI di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI)
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
Al-Ahdal, A. B. bin ‘Alī. (t.t.). Al-Farā’id al-Bahiyyah fī al-Qawā‘id al-Fiqhiyyah. Surabaya: Maktabah al-Hidayah.
Al-Attas, S. M. N. (1991). The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education. Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).
Al-Attas, S. M. N. (1995). Prolegomena to the Metaphysics of Islam. Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).
Al-Ghazālī, A. H. M. (1993). Al-Mustaṣfā min ‘Ilm al-Uṣūl. Tahqiq ‘Abd al-Salām ‘Abd al-Syāfī. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Malikī, M. bin ‘Alawī. (2004). Jalā’ al-Afhām fī ‘Ulūm al-Qur’ān. Jeddah: Dār al-Minhāj.
Al-Māwardī, A. al-hasan. (1989). Al-Ahkām as-Sulṭāniyyah. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Syāṭibī, A. I. (1997). Al-Muwāfaqāt fī Uṣūl asy-Syarī‘ah. Tahqiq Masyhūr bin hasan. Arab Saudi: Dār Ibn ‘Affān.
Asy-Syāfi‘ī, M. bin Idrīs. (1940). Ar-Risālah. Tahqiq Ahmad Muhammad Syākir. Kairo: Maktabah al-halabī.
Austin, J. L. (1962). How to Do Things with Words. Oxford: Oxford University Press.
Bakhtiar, A. (2011). Filsafat Ilmu. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Dewey, J. (1929). The Quest for Certainty: A Study of the Relation of Knowledge and Action. New York: Minton, Balch & Company.
Frankena, W. K. (1962). Three Historical Philosophies of Truth. Chicago: University of Chicago Press.
Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah, M. bin Abī Bakr. (1991). I‘lām al-Muwaqqi‘īn ‘an Rabb al-‘Ālamīn. Beirut: Dār al-Jīl.
Ibn Taimiyyah, A. bin ‘Abd al-halīm. (1991). Dar’u Ta‘āruḍ al-‘Aql wa al-Naql. Tahqiq Muḥammad Rasyād Sālim. Riyadh: Jāmi‘ah al-Imām Muḥammad bin Sa‘ūd al-Islāmiyyah.
James, W. (1907). Pragmatism: A New Name for Some Old Ways of Thinking. New York: Longmans, Green, and Co.
Kartanegara, M. (2003). Pengantar Epistemologi Islam. Bandung: Mizan.
Kuhn, T. S. (2000). The Structure of Scientific Revolutions. Chicago: University of Chicago Press.
Passa, M. M. (2024). Al-Qur’an dan kebenaran ilmiah: Teropong kajian modern dalam filsafat dan keilmuan. El-Fikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam, 5(2), 179–191.
Pojman, L. P., & Vaughn, L. (2012). Theories of Ethics: Classical and Contemporary Readings. Belmont, CA: Wadsworth.
Popper, K. R. (2002). The Logic of Scientific Discovery. London: Routledge.
Ramsey, F. P. (1927). Facts and propositions. Proceedings of the Aristotelian Society, Supplementary Volume, 7, 153–170.
Suriasumantri, J. S. (2009). Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.