PENGUATAN MITIGASI LONGSOR MELALUI PEMETAAN RISIKO DAN SIMULASI EVAKUASI BERBASIS SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS DESA KEPATIHAN

Main Article Content

👤 Sorja Koesuma
👤 Hafizh Rasendriya
👤 Mujam Ilmi
👤 Mujam Ilmi
👤 Mawaddaturrohmah
👤 Afrista Devi Kania
👤 Diah Ayu Ningrum
👤 Atha Karisma Ardani
👤 Faradiva Ayu Regina
👤 Naswa Fauziah Azalia
👤 Faiq Nauval Afif Zaidan
👤 Marulitua Stephanos Charistheas Agathos Siregar

Abstract

Desa Kepatihan, Kabupaten Wonogiri, memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana tanah longsor akibat topografi perbukitan dan curah hujan tinggi, yang diperparah oleh terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai langkah mitigasi terstruktur. Kegiatan pengabdian Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan masyarakat Desa Kepatihan dalam menghadapi risiko bencana tanah longsor berbasis indikator SDGs 11 dan 13. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis masyarakat melalui tiga tahapan utama: pemetaan risiko bencana berbasis QGIS dan InaRISK, sosialisasi Tas Siaga Bencana (TSB), serta simulasi evakuasi Simpul Aman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peta risiko bencana berhasil menetapkan zona rawan, rute evakuasi, dan titik kumpul di Lapangan Krumpyung. Edukasi TSB dan simulasi interaktif memberikan pengalaman langsung kepada warga mengenai respons darurat, pembagian peran, dan penanganan korban. Meskipun demikian, program ini belum mengukur perubahan pengetahuan secara kuantitatif melalui pre-test dan post-test. Kesimpulannya, integrasi pemetaan risiko bencana dan simulasi efektif memperkuat kapasitas mitigasi warga, sehingga disarankan adanya evaluasi terukur serta pelatihan evakuasi secara berkala

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

PENGUATAN MITIGASI LONGSOR MELALUI PEMETAAN RISIKO DAN SIMULASI EVAKUASI BERBASIS SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS DESA KEPATIHAN. (2026). Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah, 2(9), 102-110. https://doi.org/10.64788/ar-rasyid.v2i9.494

References

BPBD Kabupaten Wonogiri 2021, Laporan Pengkajian Kebutuhan Pascabencana dan Analisis Risiko Bencana Kabupaten Wonogiri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Wonogiri, Wonogiri.

Fatmawati, L., dkk, (2022). Pengembangan Tas Siaga Bencana Berbasis Kearifan Lokal Yogyakarta Sebagai Upaya Membangun Kesiapsiagaan Bencana Bagi Masyarakat. Geomedia, 20 (2), 59–67.

Kurniawan, A., dkk, (2020). Analisis Tingkat Kerentanan dan Pemetaan Risiko Bencana Tanah Longsor Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Jurnal Geodesi Undip, 9 (2), 45-54.

Muskananfola, I. L., dkk, (2025). Edukasi Pemanfaatkan Buku Saku Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Tas Siaga Bencana Pada Korban Bencana Seroja di Kabupaten Kupang. Panrita Abdi-Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 9 (1), 139-148.

Pratama, C. S. W., dkk, (2026). Implementasi Program Destana Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Tanah Longsor di Desa Ngajaran, Kecamatan Tuntang. Peduli: Indonesian Journal of Community Empowerment, 2(1).

Pratama, R. A., & Nugroho, S., (2019). Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat Dalam Pengurangan Risiko Tanah Longsor di Kawasan Perbukitan. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 7(1), 15-28.

Rahmawati, D., & Hidayat, R., (2022). Efektivitas Simulasi Evakuasi Mandiri Terhadap Kesiapsiagaan Warga di Daerah Rawan Bencana Longsor. Jurnal Pengurusan Bencana, 4 (1), 33-42.

Setyowati, D. L., dkk, (2021). Assistance of Disaster Preparedness Village Through Landslide Disaster Education. JCES (Journal of Character Education Society), 4(3).

Sugiyanto, B., (2021). Peran Kelembagaan Desa Dalam Mewujudkan Desa Tangguh Bencana yang Berkelanjutan. Jurnal Pembangunan Daerah, 11 (2), 88-97.

Wibowo, A., & Lestari, P., (2021). Kesiapsiagaan Berbasis Keluarga: Peran Tas Siaga Bencana dan Rencana Darurat Dalam Mengurangi Risiko Bencana Alam. Jurnal Kebencanaan dan Lingkungan, 5 (2), 108-118.

Widayati, D., dkk, (2025). Emergency Preparedness Planning and Its Effect On Landslide Disaster Readiness: A Community-Based Study. Indonesian Journal of Community Health Nursing, 10 (2), 43–49.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.