PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT DESA GUMIWANG LOR SEBAGAI DESA TANGGUH BENCANA (DESTANA)
Main Article Content
Abstract
Desa Gumiwang Lor, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, merupakan wilayah yang memiliki riwayat kejadian tanah longsor berulang di beberapa dusun. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, merusak fasilitas dan permukiman, serta meningkatkan risiko keselamatan apabila tidak didukung dengan informasi kebencanaan yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada asyarakat ini bertujuan menyusun peta jalur evakuasi bencana tanah longsor sebagai upaya dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat Desa Gumiwang Lor. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui identifikasi kondisi wilayah, survei lapangan bersama Taruna Siaga Bencana (TAGANA), koordinasi dengan Pemerintah Desa, penyusunan peta jalur evakuasi, serta konsultasi dan verifikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri. Hasil kegiatan berupa peta jalur evakuasi yang memuat jaringan jalan, arah jalur evakuasi, permukiman, fasilitas pendukung, dan lokasi tujuan evakuasi. Sosialisasi kepada pemerintah desa dan masyarakat meningkatkan pemahaman peserta dalam mengenali simbol, menentukan arah jalur, dan mengidentifikasi lokasi evakuasi. Peta yang dihasilkan dapat digunakan sebagai media informasi kebencanaan dan pendukung kesiapsiagaan masyarakat secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam penguatan mitigasi nonstruktural dan pengembangan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Desa Gumiwang Lor.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
Retongga, N. (2024). Mitigasi Bencana Longsor Sebagai Dasar Penurunan Risiko Bencana di Sepanjang Jalan Karanganyar-Karanggayam, Kabupaten Kebumen. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 5(1), 573-579.
Effendi, A. Y., & Hariyanto, T. (2016). Pembuatan Peta daerah rawan bencana tanah longsor dengan menggunakan metode Fuzzy Logic.(Studi Kasus: Kabupaten Probolinggo). Jurnal Teknik ITS, 5(2), A714-A722.
Rahmad, R., Suib, S., & Nurman, A. (2018). Aplikasi SIG untuk pemetaan tingkat ancaman longsor di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Majalah Geografi Indonesia, 32(1), 1–13. https://journal.ugm.ac.id/mgi/article/view/31882
Prastika, I. S. (2020). Desa Tangguh Bencana Tanah Longsor. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 4(Special 1), 181–190. https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/35473
Sagito, R. H., Wijayanti, P., & Tjahjono, G. A. (2025). Evaluasi kerentanan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor di Desa Beruk Tahun 2024. Indonesian Journal of Environment and Disaster, 4(2), 1–12. https://journal.uns.ac.id/ijed/article/view/1926
Pratama, C. S. W., Suryadi, Y., & Triyono, S. (2026). Implementasi Program Destana sebagai Upaya Mitigasi Bencana Tanah Longsor di Desa Ngajaran, Kecamatan Tuntang. *Peduli: Indonesian Journal of Community Empowerment, 2*(1), 40–53. https://journal.unnes.ac.id/journals/peduli/article/view/33601