PRINSIP MEMBANGUN KELUARGA HARMONIS DALAM PERSPEKTIF AL-GHAZALI: ANALISIS TAFSIR TEMATIK
Main Article Content
Abstract
Pernikahan dalam Islam bukan sekadar kontrak sosial, melainkan sebuah ibadah dan mitsaqan ghalizha (perjanjian yang kokoh). Artikel ini bertujuan untuk menganalisis prinsip-prinsip rumah tangga harmonis yang digagas oleh Imam Al-Ghazali dalam karyanya, dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik. Fokus kajian diarahkan pada lima prinsip utama: (1) niat yang benar, (2) akhlak yang baik, (3) pemenuhan hak dan kewajiban, (4) saling memahami, dan (5) pendidikan keluarga. Analisis dilakukan dengan merujuk langsung pada nash-nash dari kitab Al-Ghazali, lalu mengonfirmasi dan memperdalamnya dengan pandangan para mufassir klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelima prinsip Al-Ghazali memiliki landasan dalam Al-Qur'an dan membentuk kerangka holistik untuk membangun keluarga yang tidak hanya harmonis secara duniawi, tetapi juga berorientasi pada keselamatan ukhrawi.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
Al-Ghazali, Abu Hamid. Ihya' 'Ulumuddin. Jilid 2. Beirut: Dar al-Ma'rifah, t.t.
Ar-Razi, Fakhruddin. Mafatih al-Ghaib (Tafsir al-Kabir). Beirut: Dar al-Fikr, 1981.
Ash-Shabuni, Muhammad Ali. Shafwah at-Tafasir. Jilid 3. Damaskus: Maktabah al-Ghazali, 1981.
At-Thabari, Abu Ja'far Muhammad bin Jarir. Jami' al-Bayan 'an Ta'wil Ay al-Qur'an. Jilid 4. Beirut: Mu'assasah al-Risalah, 2000.
Ibnu Katsir, Abu al-Fida' Isma'il. Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim. Jilid 2. Riyadh: Dar Thayyibah, 1999.
Qutb, Sayyid. Fi Zilal al-Qur'an. Jilid 1. Kairo: Dar al-Syuruq, 2003.